Baru saja aku menemukan beberapa bait kata yang ingin aku tuang pada lembar-lembar berdebu yang menumpuk di sudut ruang. Ya, baru saja akan ku mulai untuk memegang kemudi pada pena rapuh yang kupunya. Baru saja, sesaat sebelum kau mengacaukan semua.
Tapi, dengan begitu aku jadi memiliki banyak hal baru yang tak sabar ingin keluar. Seperti akan mendobrak paksa otakku. Inilah kiranya sobekan kisah yang kutemukan sendiri kedinginan di bawah kolong meja mewah.
"Ah, rupanya ada sebutir cahaya tertinggal di sini.
Sebutir yang malang, sebutir yang malang.
Aih, dia meredup ...
Terkoyak dengan deburan badai yang terhempas bebas.
Ish .. Ish ..
Siapa gerangan yang meninggalkannya?
Siapa gerangan yang melemparnya dengan mudahnya?
Wahai sebutir yang padam,
mari kita mencemooh mereka dengan lantang.
Agar tak lebur semangatmu.
Mari !
Kita tanam mesiu itu pada sel2 hidup mereka.
Dan, BOOM !
Fiuh ,,
penggerogot hatimu akan hilang tersapu angkaranya sendiri."
geje ya??
Dikit sih ..
Hehe
nulisnya sambil bete sih =.='