Malam Pekat yang Menyembunyikan Kepingan Rindu
malam pekat ,
menjebak hati pada melodi
yang berdenting di antara jarum tua
embun rapuh
ingatkan bahwa cahaya t'lah datang
pastikan kelambu tak lagi pilu
siang datang
sore menjelang
mengiringi tawaku yang telanjang
menemani tangisku yang terbuang
kunang-kunang mengitari pusara haruku
berbagi sedikit pilu dan rindu
yang tak terbaca karna kelu
dan kubiarkan sudah para peri mebiru
buta ,
kubiarkan buta
pincang ,
memang dasar jalang
rapuh ,
hingga tak lagi utuh
bergulat dengan kerisauan
menjemukan !
berselimut sumpah serapah
payah !
rindu ,
merindumu masih sama seperti dulu
disaat tawa mengalir padat
hingga air mata terpecah pahit
malam pekat ,
masih ku menggeliat di antara sulaman pahit
masih ku mercinta dengan hina yang setia
masih ku terisak dan menyeka lantunan melodi cinta yang pernah ku buang
samar wajah pucatmu tersimpan
aku sayang
aku cinta
mencintaimu masih sama seperti dulu
saat awan mengepul putih di antara langit yang membiru
saat kembang merekah tertawa
saat warna-warni pelangi melingkar sempurna
hingga saat
hujan membanjiri bumi dengan duka
malam pekat ,
sembunyikan kepingan rindu
pada pelukanmu Ayah ,
pada riang tawamu Adik ,
pada hangat senyummu Bunda ,
pada apa yang sempat membuat kita berbagi cinta dengan dunia .