welcoming to the my own imagination . this is showing my feel and averythings I've done . just enjoy . and don't forget to leave some comment .
RSS

On The Road : Goes To Jakarta Part2 (Alien Alay)

Satu hal yang amatsangatmengesalkansekaligusmenggelikan yang aku temukan saat perjalanan.
Aku bertemu dengan alien-alay-super-narsis-bikin-kimi-putus-dan-ayang-pun-jadi-galau.
Dia berwujud seperti manusia biasa dan hampir saja aku tertipu oleh penyamarannya.
Kepalanya yang botak dan sesekali mengeluarkan cairan bening serupa keringat, perut buncit yang lebih mirip polisi tidur dari pada perut, dan hitam kelamnya kulit tubuh membuatku silau saat sosoknya tiba-tiba muncul dan duduk di banku depanku. Terkutuklah penjaga loket yang menjual tiket bangku depanku pada makhluk ajaib ini dan bukannya menjualnya pada Tukul Arwana, meskipun gak lebih ganteng paling tidak Tukul adalah artis.
Tidak hanya casing luar yang membuatku tak tahan akan pesonanya, tapi untaian kata-katanya juga membuatku terpana hingga sesak nafas dan gagal jantung.
Mengapa bisa seperti itu???????
Bayangkan sodara-sodara.. BAYANGKAN !!!
Menurut mitos yang dia munculkan dan kembangkan sendiri, dia adalah seorang playboy-beristri-menpunyai tiga anak-dan-dianugerahi selingkuhan cantikseksiputihbeningharumsemerbaksepanjangmasa berjumlah tiga biji.
Yelloowwwwww??!!
Nenek salto juga ga bakal percaya bung.
Tapi, karna aku adalah wanitaanggunmurahsenyumdanbaikhati yang hanya meringis-meringis gak jelas saat rumor-rumor perusak otak itu dia kemukakan dengan perasaan bangga yang nyata.
Yah, siksaan batin itu harus menemaniku sepanjang perjalan dari Kediri hingga Bekasi.
Intinya, Berhati-hatilah! Alay tak hanya menyerang manusia remaja tapi juga menyerang alien hampir tua.
Jika bertemu dengan spesies dengan ciri-ciri di atas, segeralah memasang muka Patrik atau tertawa ala Spongebob.

Read More...... 0 komentar

On The Road : Goes To Jakarta part1


Seperti terjebak dalam labirin yang kubuat sendiri . Tapi , saat keputus asaan itu melambai , selalu saja ada kunang-kunang yang menari-nari menuntunku . Dan sesaat hilang lagi . Seperti saat kumencoba pergi , lari sejenak dari kenyataan . Mencari sesuatu yang mungkin menyenangkan atau mungkin malah menjadikan semua semakin complicated .
Merasakan hal baru , sendirian , bisa disebut perjudian . Karena tidak selalu semua akan terlihat mudah seperti yang telah terencana dalam otak . Itu bukan rahasia . And it's happening to me .
Perjalanan hidup kali ini membawaku pada Jakarta . Dan jujur , baru kali ini aku menginjakkan kaki pada Ibu kota Indonesia ini (pliis jangan ketawa , hehe) . Tujuan awal memang Jakarta , tapi aku tinggal bersama adik tiriku di Bekasi . Dan percayalah untuk sekali lagi bahwa aku tinggal bersama IBU KANDUNG mereka juga . Aneh ? Aku juga tak tahu , tak pernah terlalu memikirkannya saat akan berangkat maupun setelah sampai di sana . Aku baru memikirkannya saat salah seorang kenalan terkaget-kaget dan bilang "Kok bisa ya ? Dia (ibu kandung adik tiriku) baik sama kamu ?" . Tanggapanku cuma senyuman lebar yang semakin membuatnya heran .

Awal keberangkatanku saja sudah menjadi kontrofersi hebat antara aku dan Umik . Masalah yang menurutku sepele , ternyata menjadi kekhawatiran hebat orang-orang terdekatku . Masalahnya adalah , aku ingin berangkat ke Jakarta naik kereta Matarmaja dan Sendirian . Gila ? Tenang , aku masih ingat kalau 1+1=2 .
Ini sudah lama aku impikan . Pergi entah kemana dengan budget yang mepet abis . Memang kondisinya sekarang gak lagi mepet , umik atau abi mampu membelikanku tiket Gajayana atau bahkan tiket pesawat terbang , tapi aku gak mau . Sempat aku takut karena umik benar-benar terlihat marah ketika aku memperlihatkan tiket yang telah ku beli . "Mbak Ninis itu perempuan , apa gak takut kalau ada apa-apa? Kereta ekonomi itu bahaya . Sudah , jual saja tiketnya ! Besok umik yang belikan tiket Gajayana !" aku tahu betapa khawatirnya beliau padaku . Tapi aju punya keyakinan bahwa aku bisa membuktikan kepadanya , aku peremuan yang mandiri . Saat suasana hatinya mulai tenang , aku mulai menjelaskan satu persatu . Dan akhirnya restu itu aku dapatkan ^^

Benar-benar pengalaman pertama . Keadaan kereta yang begitu ramai dan sumpek , terlihat menyenangkan di mataku . Penuh , seluruh tempat duduk terisi ditambah para pedagang asongan yang hilir-mudik menjajakan dagangannya , benar-benar penuh .
Bangku yang sempit sering membuatku pegal dan kurang nyaman , hingga sesekali aku permisi ke toilet . Bukan untuk buang air kecil , tapi untuk melurusjan otot-ototku yang mulai jenuh . Itung-itung juga agar orang yang di sebelahku bisa duduk sedikit longgar sejenak .
Suatu ketika saat aku sedang beranjak menuju toilet , ada seorang lelaki yang sedang berdiri di pintu gerbong mengeluarkan sedikit kepalanya dan membiarkannya terhantam angin . Aku jadi ingin , bisik hatiku .

Dan benar saja , perjalanan yang panjang membuatku banyak sekali waktu yang bisa kumanfaatkan untuk mencoba hal baru dan gila . Ketika udara masih basah , langit hitam yang mulai membiru , dan dingin yang khas di pagi hari , aku kembali beranjak dari tempat dudukku mempersilahkan orang di sebelahku untuk tidur dengan leluasa sejenak dan melangkah keluar berharap bisa menuntaskan inginku kemarin sore . Senyumku terkembang saat tak kudapati sorangpun di pintu gerbong itu . Kupegang erat besi di sampingku dan mencoba hal yang sama seperti lelaki kemarin sore .
Angin kencang yang menghantam wajahku sungguh tak kenal ampun . Suara kereta api pun juga menabuh gendang telingaku semakin keras . Udara yang begitu segar , tak seperti di dalam , membuatku betah . Tiba-tiba kereta terguncang dan aku langsung menarik tubuhku ke dalam . Kaget , benar-benar kaget . Ternyata aku gemetar dan sedikit lemas karena kejadian tadi . Aku bersandar pada dinding gerbong , mencoba meredakan degub jantung yang amat kencang . Kembali duduk ? Yang benar saja , aku betah berdiri di sini . Ku pejamkan mataku , menghirup nafas dalam-dalam , " Ini yang kuinginkan" bisikku dalam hati dengan bibir mengulum senyum lebar .

Lebih dari ini , sebenarnya yang ingin kubagi sangat lebih dari ini .
Emm , mungkin lain waktu .
Dan perjalanan hidup kali ini benar-benar penuh dengan pelajaran ^^

See ya in the next post :D

Read More...... 0 komentar

Masihkah Ada ?

kepada hati dan jiwa yang terpisah ,
adakah kau ingin meluruskan apa yang telah kalian buat menjadi rumit ? di sini akal sehatmu sudah tak mampu lagi menerimanya dan berharap kalian bisa memintal dengan indah benang-benang kusut itu .

kepada sudut gelap yang tercampakkan ,
apakan suaramu masih sumbang ? ataukan memang sengaja parau ? agar kata-kata tentang hitam dan putih tak bisa tercerna oleh akal sehatmu ? bebaskan kata-kata yang telah kau bui . sudah cukupkan penderitaan atas perih dan sesak yang tercipta .

kepada ego dan ambisi ,
apa mau kalian ? bertengkarlah ! dan matilah ! akal sehatmu telah lelah mengikuti semua yang kalian debatkan .


kepada semua yang merasa merajai hari ,
asal kalian tau ! akal sehatmu malu ! muak ! benci !

tapi , yang kini tak kumengerti ,
masihkan ada akal sehat itu ?

Read More...... 0 komentar

Berkas Lama

Read More...... 1 komentar

Sejenak Merangkai Warna


mencoba mengusir penat dengan sedikit mengobrak-abrik foto sendiri dan mengumpulkan beberapa kata yang berserakan di otak

Read More...... 0 komentar

Finally , I've Found You


Layar komputerku masih sama . kosong . dan keyboardku pun masih hitam . terpaku saja di samping jemariku yang ku letakkan kaku . entah apa yang terjadi , membuat otot-otot ini tak mau menggerakkan jemariku . atau jemariku yang tlah lelah menari di atas balok-balok hitam yang bertuliskan huruf-huruf putih itu ? aku tak mengerti dengan kata-kata yang tak mau keluar dengan lancar dari otakku untuk ku salurkan pada tinta hitam yang kini mulai mengering . ada apa ?

apa aku harus mengulang pelajaran pada saat aku duduk di taman kanak-kanak ? mengenal huruf ? dan belajar kembali merangkai huru-huruf acak itu menjadi sebuah kata ?

aku tak butuh sebuah kata . aku butuh beribu-ribu kalimat . kalimat yang dapat membebaskan segala serpihan berserakan di hatiku . hingga penat ini melonggar . hingga kerut ini mengencang . hingga sinar mentari tampak seperti warna kuning cerah lagi . hingga pelangi sudah tak kelabu lagi . hingga sang meja tak pincang lagi .

Read More...... 0 komentar

Karang pun Rapuh

Malam Pekat yang Menyembunyikan Kepingan Rindu

malam pekat ,
menjebak hati pada melodi
yang berdenting di antara jarum tua

embun rapuh
ingatkan bahwa cahaya t'lah datang
pastikan kelambu tak lagi pilu

siang datang
sore menjelang
mengiringi tawaku yang telanjang
menemani tangisku yang terbuang

kunang-kunang mengitari pusara haruku
berbagi sedikit pilu dan rindu
yang tak terbaca karna kelu
dan kubiarkan sudah para peri mebiru

buta ,
kubiarkan buta
pincang ,
memang dasar jalang
rapuh ,
hingga tak lagi utuh

bergulat dengan kerisauan
menjemukan !
berselimut sumpah serapah
payah !

rindu ,
merindumu masih sama seperti dulu
disaat tawa mengalir padat
hingga air mata terpecah pahit

malam pekat ,
masih ku menggeliat di antara sulaman pahit
masih ku mercinta dengan hina yang setia
masih ku terisak dan menyeka lantunan melodi cinta yang pernah ku buang

samar wajah pucatmu tersimpan
aku sayang
aku cinta
mencintaimu masih sama seperti dulu
saat awan mengepul putih di antara langit yang membiru
saat kembang merekah tertawa
saat warna-warni pelangi melingkar sempurna
hingga saat
hujan membanjiri bumi dengan duka

malam pekat ,
sembunyikan kepingan rindu
pada pelukanmu Ayah ,
pada riang tawamu Adik ,
pada hangat senyummu Bunda ,
pada apa yang sempat membuat kita berbagi cinta dengan dunia .





Read More...... 2 komentar
Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Yang Oline

Protected by Copyscape Website Copyright Protection