Seperti terjebak dalam labirin yang kubuat sendiri . Tapi , saat keputus asaan itu melambai , selalu saja ada kunang-kunang yang menari-nari menuntunku . Dan sesaat hilang lagi .
Seperti saat kumencoba pergi , lari sejenak dari kenyataan . Mencari sesuatu yang mungkin menyenangkan atau mungkin malah menjadikan semua semakin complicated .
Merasakan hal baru , sendirian , bisa disebut perjudian . Karena tidak selalu semua akan terlihat mudah seperti yang telah terencana dalam otak . Itu bukan rahasia . And it's happening to me .
Perjalanan hidup kali ini membawaku pada Jakarta . Dan jujur , baru kali ini aku menginjakkan kaki pada Ibu kota Indonesia ini (pliis jangan ketawa , hehe) . Tujuan awal memang Jakarta , tapi aku tinggal bersama adik tiriku di Bekasi . Dan percayalah untuk sekali lagi bahwa aku tinggal bersama IBU KANDUNG mereka juga . Aneh ? Aku juga tak tahu , tak pernah terlalu memikirkannya saat akan berangkat maupun setelah sampai di sana . Aku baru memikirkannya saat salah seorang kenalan terkaget-kaget dan bilang "Kok bisa ya ? Dia (ibu kandung adik tiriku) baik sama kamu ?" . Tanggapanku cuma senyuman lebar yang semakin membuatnya heran .
Awal keberangkatanku saja sudah menjadi kontrofersi hebat antara aku dan Umik . Masalah yang menurutku sepele , ternyata menjadi kekhawatiran hebat orang-orang terdekatku . Masalahnya adalah , aku ingin berangkat ke Jakarta naik kereta Matarmaja dan Sendirian . Gila ? Tenang , aku masih ingat kalau 1+1=2 .
Ini sudah lama aku impikan . Pergi entah kemana dengan budget yang mepet abis . Memang kondisinya sekarang gak lagi mepet , umik atau abi mampu membelikanku tiket Gajayana atau bahkan tiket pesawat terbang , tapi aku gak mau . Sempat aku takut karena umik benar-benar terlihat marah ketika aku memperlihatkan tiket yang telah ku beli . "Mbak Ninis itu perempuan , apa gak takut kalau ada apa-apa? Kereta ekonomi itu bahaya . Sudah , jual saja tiketnya ! Besok umik yang belikan tiket Gajayana !" aku tahu betapa khawatirnya beliau padaku . Tapi aju punya keyakinan bahwa aku bisa membuktikan kepadanya , aku peremuan yang mandiri . Saat suasana hatinya mulai tenang , aku mulai menjelaskan satu persatu . Dan akhirnya restu itu aku dapatkan ^^
Benar-benar pengalaman pertama . Keadaan kereta yang begitu ramai dan sumpek , terlihat menyenangkan di mataku . Penuh , seluruh tempat duduk terisi ditambah para pedagang asongan yang hilir-mudik menjajakan dagangannya , benar-benar penuh .
Bangku yang sempit sering membuatku pegal dan kurang nyaman , hingga sesekali aku permisi ke toilet . Bukan untuk buang air kecil , tapi untuk melurusjan otot-ototku yang mulai jenuh . Itung-itung juga agar orang yang di sebelahku bisa duduk sedikit longgar sejenak .
Suatu ketika saat aku sedang beranjak menuju toilet , ada seorang lelaki yang sedang berdiri di pintu gerbong mengeluarkan sedikit kepalanya dan membiarkannya terhantam angin . Aku jadi ingin , bisik hatiku .
Dan benar saja , perjalanan yang panjang membuatku banyak sekali waktu yang bisa kumanfaatkan untuk mencoba hal baru dan gila . Ketika udara masih basah , langit hitam yang mulai membiru , dan dingin yang khas di pagi hari , aku kembali beranjak dari tempat dudukku mempersilahkan orang di sebelahku untuk tidur dengan leluasa sejenak dan melangkah keluar berharap bisa menuntaskan inginku kemarin sore . Senyumku terkembang saat tak kudapati sorangpun di pintu gerbong itu . Kupegang erat besi di sampingku dan mencoba hal yang sama seperti lelaki kemarin sore .
Angin kencang yang menghantam wajahku sungguh tak kenal ampun . Suara kereta api pun juga menabuh gendang telingaku semakin keras . Udara yang begitu segar , tak seperti di dalam , membuatku betah . Tiba-tiba kereta terguncang dan aku langsung menarik tubuhku ke dalam . Kaget , benar-benar kaget . Ternyata aku gemetar dan sedikit lemas karena kejadian tadi . Aku bersandar pada dinding gerbong , mencoba meredakan degub jantung yang amat kencang . Kembali duduk ? Yang benar saja , aku betah berdiri di sini . Ku pejamkan mataku , menghirup nafas dalam-dalam , " Ini yang kuinginkan" bisikku dalam hati dengan bibir mengulum senyum lebar .
Lebih dari ini , sebenarnya yang ingin kubagi sangat lebih dari ini .
Emm , mungkin lain waktu .
Dan perjalanan hidup kali ini benar-benar penuh dengan pelajaran ^^
See ya in the next post :D

0 komentar:
Posting Komentar