welcoming to the my own imagination . this is showing my feel and averythings I've done . just enjoy . and don't forget to leave some comment .
RSS

Masihkah Ada ?

kepada hati dan jiwa yang terpisah ,
adakah kau ingin meluruskan apa yang telah kalian buat menjadi rumit ? di sini akal sehatmu sudah tak mampu lagi menerimanya dan berharap kalian bisa memintal dengan indah benang-benang kusut itu .

kepada sudut gelap yang tercampakkan ,
apakan suaramu masih sumbang ? ataukan memang sengaja parau ? agar kata-kata tentang hitam dan putih tak bisa tercerna oleh akal sehatmu ? bebaskan kata-kata yang telah kau bui . sudah cukupkan penderitaan atas perih dan sesak yang tercipta .

kepada ego dan ambisi ,
apa mau kalian ? bertengkarlah ! dan matilah ! akal sehatmu telah lelah mengikuti semua yang kalian debatkan .


kepada semua yang merasa merajai hari ,
asal kalian tau ! akal sehatmu malu ! muak ! benci !

tapi , yang kini tak kumengerti ,
masihkan ada akal sehat itu ?

Read More...... 0 komentar

Berkas Lama

Read More...... 1 komentar

Sejenak Merangkai Warna


mencoba mengusir penat dengan sedikit mengobrak-abrik foto sendiri dan mengumpulkan beberapa kata yang berserakan di otak

Read More...... 0 komentar

Finally , I've Found You


Layar komputerku masih sama . kosong . dan keyboardku pun masih hitam . terpaku saja di samping jemariku yang ku letakkan kaku . entah apa yang terjadi , membuat otot-otot ini tak mau menggerakkan jemariku . atau jemariku yang tlah lelah menari di atas balok-balok hitam yang bertuliskan huruf-huruf putih itu ? aku tak mengerti dengan kata-kata yang tak mau keluar dengan lancar dari otakku untuk ku salurkan pada tinta hitam yang kini mulai mengering . ada apa ?

apa aku harus mengulang pelajaran pada saat aku duduk di taman kanak-kanak ? mengenal huruf ? dan belajar kembali merangkai huru-huruf acak itu menjadi sebuah kata ?

aku tak butuh sebuah kata . aku butuh beribu-ribu kalimat . kalimat yang dapat membebaskan segala serpihan berserakan di hatiku . hingga penat ini melonggar . hingga kerut ini mengencang . hingga sinar mentari tampak seperti warna kuning cerah lagi . hingga pelangi sudah tak kelabu lagi . hingga sang meja tak pincang lagi .

Read More...... 0 komentar

Karang pun Rapuh

Malam Pekat yang Menyembunyikan Kepingan Rindu

malam pekat ,
menjebak hati pada melodi
yang berdenting di antara jarum tua

embun rapuh
ingatkan bahwa cahaya t'lah datang
pastikan kelambu tak lagi pilu

siang datang
sore menjelang
mengiringi tawaku yang telanjang
menemani tangisku yang terbuang

kunang-kunang mengitari pusara haruku
berbagi sedikit pilu dan rindu
yang tak terbaca karna kelu
dan kubiarkan sudah para peri mebiru

buta ,
kubiarkan buta
pincang ,
memang dasar jalang
rapuh ,
hingga tak lagi utuh

bergulat dengan kerisauan
menjemukan !
berselimut sumpah serapah
payah !

rindu ,
merindumu masih sama seperti dulu
disaat tawa mengalir padat
hingga air mata terpecah pahit

malam pekat ,
masih ku menggeliat di antara sulaman pahit
masih ku mercinta dengan hina yang setia
masih ku terisak dan menyeka lantunan melodi cinta yang pernah ku buang

samar wajah pucatmu tersimpan
aku sayang
aku cinta
mencintaimu masih sama seperti dulu
saat awan mengepul putih di antara langit yang membiru
saat kembang merekah tertawa
saat warna-warni pelangi melingkar sempurna
hingga saat
hujan membanjiri bumi dengan duka

malam pekat ,
sembunyikan kepingan rindu
pada pelukanmu Ayah ,
pada riang tawamu Adik ,
pada hangat senyummu Bunda ,
pada apa yang sempat membuat kita berbagi cinta dengan dunia .





Read More...... 2 komentar

Cemooh ITU Datang dari Refleksimu

Baru saja aku menemukan beberapa bait kata yang ingin aku tuang pada lembar-lembar berdebu yang menumpuk di sudut ruang. Ya, baru saja akan ku mulai untuk memegang kemudi pada pena rapuh yang kupunya. Baru saja, sesaat sebelum kau mengacaukan semua.


Tapi, dengan begitu aku jadi memiliki banyak hal baru yang tak sabar ingin keluar. Seperti akan mendobrak paksa otakku. Inilah kiranya sobekan kisah yang kutemukan sendiri kedinginan di bawah kolong meja mewah.


"Ah, rupanya ada sebutir cahaya tertinggal di sini.
Sebutir yang malang, sebutir yang malang.
Aih, dia meredup ...
Terkoyak dengan deburan badai yang terhempas bebas.
Ish .. Ish ..
Siapa gerangan yang meninggalkannya?
Siapa gerangan yang melemparnya dengan mudahnya?
Wahai sebutir yang padam,
mari kita mencemooh mereka dengan lantang.
Agar tak lebur semangatmu.
Mari !
Kita tanam mesiu itu pada sel2 hidup mereka.
Dan, BOOM !
Fiuh ,,
penggerogot hatimu akan hilang tersapu angkaranya sendiri."

geje ya??
Dikit sih ..
Hehe
nulisnya sambil bete sih =.='

Read More...... 0 komentar

Pejuang Jalanan Negriku

Pejuang Jalanan Negriku
 
yang terseok sebelah kaki
yang terpasung sebelah tangan
yang terjebak di tengah mimpi
amboi, kasian ...

berpicing mata
berbusung dada
berkacak pinggang
cih ! semoga congkak kan terpanggang

lintah menggeliat
menari-nari mencari arti
bukan perjahat
yang kau cari

si 'Songong' yang berdasi itu !
yang meletakkan lipatan lemak
pada kepala
sebagai ganti otak
yang menguap entah kemana

apa yang kau rasa bukannya tak nampak
hanya saja napak tilasmu terhapus badai karya Sang 'Koplak'

wahai jelaga kecil yang tersudut mati
kami bantu bernapas diambang sunyi
elakkan keji para asu !
sulut saja api hingga terbang abu !
biar bekecot tau apa itu malu

dedicated to and inspired by
pejuang jalanan di negriku


Read More...... 0 komentar

Yang ku PERCAYA, SEDERHANA

Bukan merupakan rayuan atau sanjungan terhadapnya . Namun inilah sebentuk persembahan hina yang mungkin bisa mewakili gejolak hati . Memang bukan keindahan yang tersaji bak bintang yang menari . Yah , paling tidak sedikit yang ku punya bisa berada di sana walau tak sempat bersentuh pandang .

Berharap lewat goresan2 penaku yang menari di atas kanvas kehidupan ini bisa menumbuhkan keyakinan pada diriku sendiri atasnya . Atas apa yang dicita2kan bersama dan atas apa yang diusahakan olehnya . Karna tak ada yang pernah tahu satu detik kemudian kaki ini akan melangkah kemana .

YANG KU PERCAYA, SEDERHANA

Memapah hati perlahan dalam haru
menata kebimbangan di tengah muram
sesat ini berteman pilu dan sembilu
semakin dalam semakin kelam

taunya, derap2 langkah kecil mendekat prlahan
sedikit sentuhan merubah haluan
yang berbaju koyak itu ?
Ya, yang sedang menunggu di ambang pintu

riuh gemuruh bincang menggelitik telinga
tawa meledak, mencemooh hina
kupalingkan muka dari mreka yang mndera
'senanglah! Karna aku sedang berderma'

sebenarnya, masih meninggi rindu di hati
namun dengan sabar dan teliti
kau pangkas hingga rapi
kau buat sebentuk saji
yang muat untukmu sendiri

bukan! Aku bukan mengumbar kata jalang yang usang pada akhir masa
yang kuprebuat sentuhan sederhana
menjamumu pada singgasana baru dari apa yang ku percaya

Read More...... 0 komentar

-Hepi Nyu Yer-

Thanks for being a part of my 2010 .
Thanks for LOVES, SMILES, and SWEETEST MOMMENTS that you gave .
Wish we had more time to become better in the next year .

"HAPPY NEW YEAR 2011"

Read More...... 0 komentar
Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Yang Oline

Protected by Copyscape Website Copyright Protection