Bukan merupakan rayuan atau sanjungan terhadapnya . Namun inilah sebentuk persembahan hina yang mungkin bisa mewakili gejolak hati . Memang bukan keindahan yang tersaji bak bintang yang menari . Yah , paling tidak sedikit yang ku punya bisa berada di sana walau tak sempat bersentuh pandang .
Berharap lewat goresan2 penaku yang menari di atas kanvas kehidupan ini bisa menumbuhkan keyakinan pada diriku sendiri atasnya . Atas apa yang dicita2kan bersama dan atas apa yang diusahakan olehnya . Karna tak ada yang pernah tahu satu detik kemudian kaki ini akan melangkah kemana .
YANG KU PERCAYA, SEDERHANA
Memapah hati perlahan dalam haru
menata kebimbangan di tengah muram
sesat ini berteman pilu dan sembilu
semakin dalam semakin kelam
taunya, derap2 langkah kecil mendekat prlahan
sedikit sentuhan merubah haluan
yang berbaju koyak itu ?
Ya, yang sedang menunggu di ambang pintu
riuh gemuruh bincang menggelitik telinga
tawa meledak, mencemooh hina
kupalingkan muka dari mreka yang mndera
'senanglah! Karna aku sedang berderma'
sebenarnya, masih meninggi rindu di hati
namun dengan sabar dan teliti
kau pangkas hingga rapi
kau buat sebentuk saji
yang muat untukmu sendiri
bukan! Aku bukan mengumbar kata jalang yang usang pada akhir masa
yang kuprebuat sentuhan sederhana
menjamumu pada singgasana baru dari apa yang ku percaya
Memapah hati perlahan dalam haru
menata kebimbangan di tengah muram
sesat ini berteman pilu dan sembilu
semakin dalam semakin kelam
taunya, derap2 langkah kecil mendekat prlahan
sedikit sentuhan merubah haluan
yang berbaju koyak itu ?
Ya, yang sedang menunggu di ambang pintu
riuh gemuruh bincang menggelitik telinga
tawa meledak, mencemooh hina
'senanglah! Karna aku sedang berderma'
sebenarnya, masih meninggi rindu di hati
namun dengan sabar dan teliti
kau pangkas hingga rapi
kau buat sebentuk saji
yang muat untukmu sendiri
bukan! Aku bukan mengumbar kata jalang yang usang pada akhir masa
yang kuprebuat sentuhan sederhana
menjamumu pada singgasana baru dari apa yang ku percaya
0 komentar:
Posting Komentar