kali ini ,
aku mau posting foto2 yang banyak kenangannya . ini sebuah cerita tentang keluarga keduaku yang amatsangatakucintaisekali .
mari kita tampilnya ,
my SIN.COS.TAN
tentang KEHILANGAN
kehilangan ,
salah satu kata yang paling menyakitkan yang pernah saya jumpai di antara deretan kata yang pernah saya tulis dalam beribu-ribu lembaran-lembaran usang dan yang telah menghabiskan berliter-liter tinta .
tapi saya belum mengerti tentang satu hal .
apa yang membuatnya begitu mengerikan hingga membuat penderitanya linglung berkepanjangan bahkan hingga kehilangan kesadaran ?
perasaan itu berkebalikan ketika kita sedang mendapatkan sesuatu dan kita sudah merasa memilikinya .
padahal , kita punya apa ?
tidak ada yang kita punya . nafas saja kita beli . kita harus membayarnya dengan ibadah . ketika kita tak mau membayarnya , apakah salah jika Sang Pemilik mengambil sesuatu yang dia pinjamkan kepada kita ?
itulah yang terkadang kita lupakan . memiliki , tidak bisa diartikan secara bulat . karna pada hakikatnya kita tidak punya apa-apa .
tapi , terkadang kita memang harus merasakan kehilangan agar kita mensyukuri terhadap apa yang telah kita dapatkan .
maka , setujukah anda jika saya memiliki pendapat bahwa :
kata kehilangan merupakan suatu jaringan yang berkoalisi dengan kata memiliki hingga membentuk suatu organ kepuasan dalam mengilhami kebahagiaan . sehingga , untaian rasa syukur bisa terjalin sedemikian rupa dan menciptakan kedekatan antara kita dengan Sang Khaliq .
Ketidakharmonisan Filosofi
tak lama kemudian ada yang membeberkan sebuah ketidakhamonisan sebuah filosofi . yaitu ,
haduh , saya jadi heran . mengapa saya dipertemukan dengan ahli filosofi macam cecunguk-cecunguk itu ?? hehehe . tapi meskipun begitu , mereka tetaplah teman saia . teman yang slalu ada untuk saia dan teman yang selalu membuat saia tertawa hingga menangis saat hati saia terluka .
^^
Malam Sepi
dentingan ringtone ponselku berirama bersama dentuman jarum jam . detik demi detik yang membawanya menuju menit dan berlabuh pada jam , terhabiskan dengan sekelebat harapan palsu . dentingannya tetap nyaring di telinga , tapi tak sepadan dengan apa yang tertera . kembali kata-katamu menyayat tipis hati ini dengan teliti dan hati-hati . seakan kau akan membunuhku dengan sebatang jarum yang akan kau tusukkan perlahan . sehari satu tusukan . besok bertambah kembali . hingga pada akhirnya nanti , darahku ini membanjiri ruang gelap pada palung hati .
aku masih cinta , aku masih sayang , aku masih rindu , bahkan aku masih mencarimu hanya untuk memandangmu dari jauh . kau tak tau itu kan ? tentu saja kau tak tau . kini siapa aku ? siapa dirimu ? di mana tempatku ? semua sudah menjadi tak penting bagimu .
aku yang sendiri terhuyung oleh badai cinta ini sudah merepotkanmu . maaf . maaf karna rasa sayangku membuatmu terganggu . maaf karna rasa rinduku mengusikmu . maaf karna semua ocehanku membuatmu bosan dan muak .
oh , tidak ! air mataku telah menganak sungai . apa yang harus aku lakukan ? sudah tak mampu aku membendungnya .
sekarang , aku cuma punya kata maaf . karna kata sayang sudah tak berlaku .
CINTA vs TEMPE
gak ada yang salah dengan itu semua . hanya saja terkadang ego kita membuat pendangan terhadap suatu realita menjadi tidak objektif . contohnya saja CINTA [mumpung aku lagi kena kasus cinta] , banyak pujangga maupun orang-orang bersahaja yang bilang kalo CINTA itu indah . karna pada saat itu mereka merasakan hal yang indah dari apa yang sedang mereka bicarakan . juga tidak sedikit orang bilang bahwa CINTA itu menyakitkan . hal itu juga berdasarkan apa yang pernah mereka alami .
sebenarnya, dalam hal ini tidak ada yang bisa dipermasalahkan atau bahkan sampai membawanya ke konverensi meja bundar . karena memang tidak ada suatu yang pasti tentang perasaan .
lain halnya jika kita membicarakan TEMPE . orang tidak akan pernah ada yang mengatakan bahwa TEMPE itu terbuat dari madu atau bahkan mengatakan bahwa TEMPE terbuat dari tai asu . karna sudah jelas terlihat bahwa TEMPE terbuat dari kedelai [bukan keledai] . jika tidak percaya silahkan saja anda lihat, raba, dan telan .
itu semua karna perbedaan ruang dan dimensi antara CINTA dan TEMPE . CINTA yang kasat mata akan sangat sulit untuk dijelaskan dengan objektif dan mengandung ketepatan yang hampir sempurna .
jika saja saya boleh berujuk rasa dan perasaan ,
saya akan menganalogikan CINTA bagaikan PELANGI .
yaitu hasil dari pembiasan perasaan seseorang hingga menimbulkan warna yang tergantung dengan parameter suasana hati yang sedang dirasakan .
hanya saja ada sedikit perbedaan dalam urutan warna . jika PELANGI yang sebenarnya panjang gelombang terpanjang terdapat pada warna ungu , pada PELANGI CINTA akan terdapat pada warna merah jambu . dan pada PELANGI yang sebenarnya panjang gelombang terpendek adalah warna merah , pada PELANGI CINTA terdapat warna hitam berdarah berbau tai kucing .
tulisan ini sebenarnya agak ngawur dan amburadul . yah , inilah kerjaan orang yang lagi patah hati . bingung sendiri . tapi yang penting jangan sampai
Ya Sudahlah !
Read More...... 3 komentar Diposting oleh Unknown di 21.07.00
.S.E.N.D.U.
ini memang keluhku di antara mengenang . betapa hatiku selalu hangat saat kau genggam . dan mengambang pada kolam rindu saat merenggang .
