katanya CINTA itu indah . katanya CINTA itu bunga . katanya CINTA itu anugerah .
gak ada yang salah dengan itu semua . hanya saja terkadang ego kita membuat pendangan terhadap suatu realita menjadi tidak objektif . contohnya saja CINTA [mumpung aku lagi kena kasus cinta] , banyak pujangga maupun orang-orang bersahaja yang bilang kalo CINTA itu indah . karna pada saat itu mereka merasakan hal yang indah dari apa yang sedang mereka bicarakan . juga tidak sedikit orang bilang bahwa CINTA itu menyakitkan . hal itu juga berdasarkan apa yang pernah mereka alami .
sebenarnya, dalam hal ini tidak ada yang bisa dipermasalahkan atau bahkan sampai membawanya ke konverensi meja bundar . karena memang tidak ada suatu yang pasti tentang perasaan .
lain halnya jika kita membicarakan TEMPE . orang tidak akan pernah ada yang mengatakan bahwa TEMPE itu terbuat dari madu atau bahkan mengatakan bahwa TEMPE terbuat dari tai asu . karna sudah jelas terlihat bahwa TEMPE terbuat dari kedelai [bukan keledai] . jika tidak percaya silahkan saja anda lihat, raba, dan telan .
itu semua karna perbedaan ruang dan dimensi antara CINTA dan TEMPE . CINTA yang kasat mata akan sangat sulit untuk dijelaskan dengan objektif dan mengandung ketepatan yang hampir sempurna .
jika saja saya boleh berujuk rasa dan perasaan ,
saya akan menganalogikan CINTA bagaikan PELANGI .
yaitu hasil dari pembiasan perasaan seseorang hingga menimbulkan warna yang tergantung dengan parameter suasana hati yang sedang dirasakan .
hanya saja ada sedikit perbedaan dalam urutan warna . jika PELANGI yang sebenarnya panjang gelombang terpanjang terdapat pada warna ungu , pada PELANGI CINTA akan terdapat pada warna merah jambu . dan pada PELANGI yang sebenarnya panjang gelombang terpendek adalah warna merah , pada PELANGI CINTA terdapat warna hitam berdarah berbau tai kucing .
tulisan ini sebenarnya agak ngawur dan amburadul . yah , inilah kerjaan orang yang lagi patah hati . bingung sendiri . tapi yang penting jangan sampai
0 komentar:
Posting Komentar