soal kecewa .
tiada pernah henti kau sayati dan kau selipkan garam pada hati . dengan pelan dan teliti . walau sangat hati-hati , namun pasti . hingga menangispun telah letih .tentang kesedihan .
memang baru saja ku rasakan . namun seperti telah berjuta tahun ku emban .ini memang keluhku di antara mengenang . betapa hatiku selalu hangat saat kau genggam . dan mengambang pada kolam rindu saat merenggang .
kini ,
kenangku adalah abu-abu . bukan hitam maupun putih . bercak-bercak yang tertoreh adalah abu-abu , di antara kelam yang berbalut pilu berwarna merah jambu .mengapa tega ? ataukah hanya jenuh ?
jika benar bunga tak lagi mekar , mengapa masih kau tawarkan madu ?jika tak ada lagi medan magnet , mengapa kau paksa beradu ?
bukankah itu semua hanya akan menimbulkan bising pada hati yang mengadu ?
aku memang tak ingin semua ini hanya berakhir dengan masam .
dan aku tak pernah ingin riyak air memecah bayangan kita hingga buram .tolong senyum itu jangan kau simpan .
juga marahmu jangan kau pendam .
bisakah aku minta satu dari hatimu yang telah berbias ?
mungkin bukan satu , tapi cukup setitik .setitik ketulusan dan kehangatan dari kehausan abadi tentang kerinduan .
yang ku minta setiap pagi yang membelai jingga .
hingga malam saat awan membelah mimpi .

0 komentar:
Posting Komentar