dentingan ringtone ponselku berirama bersama dentuman jarum jam . detik demi detik yang membawanya menuju menit dan berlabuh pada jam , terhabiskan dengan sekelebat harapan palsu . dentingannya tetap nyaring di telinga , tapi tak sepadan dengan apa yang tertera . kembali kata-katamu menyayat tipis hati ini dengan teliti dan hati-hati . seakan kau akan membunuhku dengan sebatang jarum yang akan kau tusukkan perlahan . sehari satu tusukan . besok bertambah kembali . hingga pada akhirnya nanti , darahku ini membanjiri ruang gelap pada palung hati .
kemarin aku berjanji , aku tak akan mengeluarkan air mataku kembali . tapi ternyata aku tak sanggup melunasinya . aku belum sanggup untuk mengunci keran air mata ini . karna tiap kali kenangan yang kau tinggalkan menghampiri , melukai semua cinta yang pernah aku bagi .
aku masih cinta , aku masih sayang , aku masih rindu , bahkan aku masih mencarimu hanya untuk memandangmu dari jauh . kau tak tau itu kan ? tentu saja kau tak tau . kini siapa aku ? siapa dirimu ? di mana tempatku ? semua sudah menjadi tak penting bagimu .
aku yang sendiri terhuyung oleh badai cinta ini sudah merepotkanmu . maaf . maaf karna rasa sayangku membuatmu terganggu . maaf karna rasa rinduku mengusikmu . maaf karna semua ocehanku membuatmu bosan dan muak .
oh , tidak ! air mataku telah menganak sungai . apa yang harus aku lakukan ? sudah tak mampu aku membendungnya .
sekarang , aku cuma punya kata maaf . karna kata sayang sudah tak berlaku .
aku masih cinta , aku masih sayang , aku masih rindu , bahkan aku masih mencarimu hanya untuk memandangmu dari jauh . kau tak tau itu kan ? tentu saja kau tak tau . kini siapa aku ? siapa dirimu ? di mana tempatku ? semua sudah menjadi tak penting bagimu .
aku yang sendiri terhuyung oleh badai cinta ini sudah merepotkanmu . maaf . maaf karna rasa sayangku membuatmu terganggu . maaf karna rasa rinduku mengusikmu . maaf karna semua ocehanku membuatmu bosan dan muak .
oh , tidak ! air mataku telah menganak sungai . apa yang harus aku lakukan ? sudah tak mampu aku membendungnya .
sekarang , aku cuma punya kata maaf . karna kata sayang sudah tak berlaku .
2 komentar:
bagus banget...
aq kira dulu cuma aq yang ngrasa kyak gt... hehee.. tetap mengagumi "nya" meski telah d tinggalkan. tapi ternyata ngga...
itu wajar ko .
apa lagi klo baru aja di tinggal .
tapi lama2 juga bakal terbiasa .
kita ga perlu nglupain ko buat berhenti nangis .
kita cuma perlu buang negatifnya dan ingtet semua positifnya .
percaya deh .
aku uda coba soalnya .^^
Posting Komentar